~Cokelat Valentine~
Lebih dari 60 juta cokelat kelinci dan 36 juta kotak cokelat dijual untuk Hari Valentine.




(Bali dan Aman resort merupakan tempat yang sangat mewah. Tempat yang hebat untuk dikunjungi)
~Diane von Furstenberg (Designer)~


Benarkah kita tak pernah bisa meninggalkan masa lalu..?
Masa lalu menjadi bagian dari pendewasaan diri seseorang. Terlebih bila kenangan yang dialami bukan sesuatu yang manis untuk diingat. Mereka yang pernah merasa gagal, ditolak, dikucilkan, seolah tak bisa begitu saja ’’memaafkan’’ masa lalunya. Menurut MS Huda Psikolog sekaligus Hypnoterapis, saat seseorang selalu merasa terikat dengan masa lalunya. Ikatan inilah yang akhirnya memunculkan rasa trauma. Mereka yang belum bisa beranjak dari masa lalu seringkali lupa jika tiap menit yang baru saja dilalui juga akan disebut masa lalu. Dan menit-menit itu bila tidak dimanfaatkan, hanya akan menambah daftar waktu yang disia-siakan.
’’Masa lalu akan tetap jadi masa lalu. Tidak bisa diubah. Catatan pernah kecewa, gagal, itu akan tetap jadi seperti itu. Kita merasa sulit menghadapi masa lalu karena berpedoman tidak ada pelajaran itu di sekolah. Padahal, untuk menyingkirkan rasa kecewa di masa lalu, kita hanya perlu mengerti pentingnya waktu dan kesempatan yang kita miliki saat ini,” kata Huda.
Mencoba menerima kenyataan bahwa diri sendiri pernah terjatuh, gagal, bahkan terseok akan melecut semangat baru. Setiap orang kata Huda pernah merasa gagal dengan caranya masing-masing. Namun tidak sedikit dari mereka yang justru lebih berhasil karena belajar dari masa lalunya. ’’Ada sikap yang hati-hati. Ada keputusan yang lebih bijak. Tidak bisa mengubah Sesuatu yang sudah terjadi. Kita hanya bisa mengubah cara pandang supaya hidup lebih baik,” urai Huda.
Mengubah persepsi tentang kegagalan masa lalu, menurut Huda sama artinya dengan menyelamatkan hari ini dan masa depan. Mengutip apa yang dikatakan seorang perempuan bernama Gigi di film drama He’s Just Not Into You : ’’..And maybe this happy ending is not include a wonderful guy. Maybe it’s you. On your own. Picking up the pieces and starting over. Freeing your self up for something better in the future. Maybe the happy ending is just, moving on..’’ Kalimat ini diucapkan Gigi saat dia mulai berpikir positif tentang dirinya dan kisah asmaranya yang hampir selalu gagal.



