~Pria Terpendek di Dunia~
Chandra Bahadur Dangi dari Nepal dinobatkan sebagai Manusia Terpendek di Dunia yang baru. Tinggi tubuh Dangi hanya mencapai 54,6 cm. Chandra ternyata 5.3 cm lebih pendek dari Junrey Balawing, pemegang rekor manusia terpendek dari Filipina yang tingginya masih mencapai 59.9cm. Chandra dinobatkan sebagai pria terpendek di dunia pada hari ulang tahun ke-18 Juni 2011 lalu.




~Merry Riana - Motivator~


Kata emosional lebih sering ditujukan untuk amarah. Padahal segala luapan rasa bahagia, iba, bahkan sendu pun mendapat julukan yang sama yakni emosi. Pada dasarnya dalam ilmu kejiwaan emosi dapat ’’dididik’’. Supaya berbentuk positif atau justru negatif. Happy Setiawan SpSi, Psikolog Recovery Unit GBPT RSU Dr Soetomo Surabaya mengatakan, memiliki emosi positif sama dengan berbahagia sepanjang masa. Bagaimana caranya?
’’Terima diri kita sendiri,” kata Happy. Konsep menerima tak hanya tentang menerima kelebihan dan kekurangan diri. Tapi juga tentang mensyukuri apa yang belum dimiliki. Happy berpendapat, apapun yang diinginkan jika terpenuhi dengan cara memaksakan diri tidak akan membuahkan bahagia. ’’Belum tentu kalau apa yang diinginkan itu ada, bisa membuat lebih baik,’’ kata Happy.
Apabila telah lulus menaklukkan ego, berpikirlah positif. Mengupas emosi positif berarti berkenalan dengan beragam emosi yang menyenangkan. Kasih sayang, rasa senang, kagum, dsb. Prasangka buruk kerap menjauhkan seseorang dari kesempatan dan sikap baik. Kata ’’jangan-jangan’’ menimbulkan kecemasan yang hanya dirasakan sendiri. Happy mengatakan, tidak ada salahnya seseorang bersikap waspada, tapi bukan berarti menolak keberadaan seseorang.
Mengapa seseorang perlu berpikir positif? Menurut Happy, pemikiran positif akan menggiring ke perbuatan positif pula. Salah satunya mendidik rasa tanggap (be respective). Tidak sulit melatih sikap tanggap pada apa yang dirasakan orang lain. Hanya kemauan yang membedakan tiap individu. Misal, menyajikan bubur instan untuk pembantu yang sakit, tak akan merendahkan status sosial si tuan rumah. ’’Justru respek yang baik memotivasi orang lain untuk melakukan hal yang sama ke orang lainnya,” kata Happy.
Dalam sebuah literatur disebutkan keadaan emosional adalah suatu reaksi kompleks yang melibatkan kegiatan dan perubahan yang mendalam serta diiringi dengan perasaan yang kuat (Kleinginna & Kleinginna).
Emosi yang baik tentu membawa misi sebagai energizer dalam hidup manusia. Selain mampu menularkan kebiasaan baik, emosi positif membimbing pada keimanan dan rasa bahagia. Menurut Happy, melalui rasa syukur membuat kedekatan antara tuhan dan manusia tak berjarak
foto : sxc.hu



