~Asal Usul Nama YKK~
Tulisan YKK pada ritsleting anda adalah singkatan dari Yoshida Kogyo Kabushikigaisha perusahaan manufaktur ritsleting terbesar di dunia.




(Seorang wanita tak akan pernah tampak lebih seksi sebelum dia nyaman dengan apa yang dipakainya)
~Vera Wang (Designer)~


Sudah benarkah cara anda merawat gigi..? Meski tampak utuh dan tak ada nyeri, bukan berarti gigi benar-benar sehat. Keluhan gigi yang diabaikan lambat laun berubah menjadi sumber penyakit untuk tubuh.
Satu tanda gigi membutuhkan perawatan ekstra bila tampak karang gigi yang menumpuk di permukaan gigi atau di sela-sela gigi & gusi. Menurut Drg Kun Kamariah, karang gigi (calculus) terbentuk dari plak. Plak merupakan lapisan bening (mirip gelatin) yang menempel di permukaan gigi berisi koloni bakteri. Plak akan nampak nyata saat kita melihat permukaan gigi kita setelah bangun tidur.
Bakteri yang mula-mula menghuni lapisan tersebut terutama yang berbentuk kokus (paling banyak adalah streptococcus). Organisme ini tumbuh, berkembang biak & mengeluarkan gel ekstra sel yang lengket dan akan menjerat berbagai bentuk bakteri lain. Dalam beberapa hari plak ini akan bertambah tebal & terdiri dari berbagai macam mikroorganisme.
Semakin lama, koloni bakteri ini akan mengeras hingga terbentuk sebagai karang gigi (calculus). Koloni bakteri yang terdapat dalam karang gigi mengeluarkan toksin yang dapat menimbulkan peradangan pada gusi (gingivitis). Tanda-tanda gusi yang beradang adalah berwarna merah, lebih merah dari gusi sekitarnya. Gusi juga mudah berdarah dan dalam kondisi yang lebih parah, permukaan gusi lambat laun tampak membesar seperti balon.
Bila karang gigi ini dibiarkan, volumenya akan makin bertambah hingga merusak jaringan penyangga gigi (periodontitis) yang ditandai dengan menurunnya permukaan gusi, menurunnya puncak tulang alveolar dan terputusnya ligament periodontal, yang hanya tampak dari hasil foto rontgent.
Saat gigi tidak benar-benar bersih dari sisa makanan mengandung gula, itulah kesempatan streptococcus mendapat banyak makanan. Bakteri streptococcus yang terdapat dalam plak & menempel di permukaan gigi, akan mengurai (meragikan) gula tersebut menjadi asam sehingga pH plak akan turun sampai dibawah 5 dalam tempo 1-3 menit. Penurunan pH plak yang berulang-ulang dalam waktu tertentu akan mengakibatkan demineralisasi (rontoknya mineral) permukaan gigi yang rentan dan proses karies pun dimulai.
Bila proses karies ini dibiarkan tanpa penanganan dokter gigi maka karies gigi makin melebar. Proses karies tidak akan terhenti & akan berlanjut hingga mampu merusak saraf gigi yang berujung pada kematian saraf dan terjadi pembusukan. Bila masih dibiarkan, invasi kuman terus berlanjut hingga merusak jaringan penyangga gigi. Bila pada proses pembusukan tersebut ada kuman yang mampu menghasilkan nanah maka akan terjadi abses.
Gigi yang busuk merupakan fokal infeksi bagi tubuh karena invasi kuman yang menembus pembuluh darah dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui peredaran darah. ‘’Bila bakteri masuk dan menuju jantung akan terjadi sub bacterial endocarditis (salah satu penyakit jantung). Bila masuk ke selaput otak akan menjadi meningitis. Bila masuk ke dalam sinus maksilaris menjadi sinusitis (ditandai hidung sering pilek dan berbau busuk).
Untuk perawatan tepat :
- Jaga pola makan dengan makan makanan berserat
- Kurangi konsumsi gula & karbohidrat
- Sikat gigi rutin dengan cara & waktu yang tepat, setelah makan dan sebelum tidur,
- Berkumur dengan antiseptik
- Lakukan pemeriksaan gigi rutin ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali.



